Menata Gudang Sparepart dengan Ratusan SKU
Gudang sparepart jarang kekurangan tempat. Masalah yang sebenarnya adalah part ada tetapi tidak ketemu, lalu dibeli lagi, dan stok yang sama menumpuk dua kali di dua lokasi berbeda.
Workshop sendiri di Bekasi · Gambar teknik sebelum produksi · Survei lokasi Jabodetabek, Cikarang, Karawang


Satu part, satu lokasi
Aturan paling mendasar dan paling sering dilanggar. Begitu satu jenis part tersebar di beberapa lokasi, catatan stok berhenti bisa dipercaya. Kalau volumenya memang tidak muat di satu lokasi, kelebihannya ditaruh di lokasi cadangan yang dicatat sebagai lokasi kedua, bukan diselipkan sembarangan.
Pilih wadah sesuai ukuran part
| Ukuran part | Wadah | Catatan |
|---|---|---|
| Sangat kecil (baut, seal, o-ring) | Bin plastik kecil | Bisa ditarik keluar tanpa membongkar |
| Sedang (bearing, sensor) | Bin sedang atau kotak asal | Simpan dalam kemasan pabrik bila ada nomor part |
| Besar (belt, selang, panel) | Langsung di level dengan pemisah | Pemisah besi lebih tahan dari plastik |
| Berat dan berminyak | Level bawah, alas plat | Hindari plywood karena menyerap oli |
Tempatkan berdasarkan frekuensi
Part yang diambil setiap hari berada setinggi pinggang sampai bahu. Part berat di level bawah demi keselamatan, bukan karena kapasitas rak. Part musiman dan cadangan naik ke level atas yang dijangkau dengan tangga beroda. Rinciannya ada di halaman rak bertingkat sparepart.
Tangani part mati sebelum menambah rak
- Tandai part yang tidak bergerak lebih dari dua tahun, lalu pisahkan ke area tersendiri
- Cek apakah masih ada mesinnya di pabrik; part untuk mesin yang sudah dilepas hanya memakan lokasi
- Baru setelah penyaringan itu, hitung ulang kebutuhan bay — sering ternyata tidak perlu menambah rak sama sekali
Butuh perhitungan untuk gudang Anda sendiri?
Kirim ukuran area, tinggi plafon, jenis barang, dan perkiraan beban per level. Kami balas dengan usulan konfigurasi dan rincian harga per bay.
Ditangani langsung oleh Pak Dwi Purnanto Jati · Jam kerja Senin–Sabtu